From the book : Nine Patch

4:37 PM

Hello,

Selamat datang di blog baruku, dengan content yang lebih beraturan dan diusahakan untuk menulis post lebih rutin-salah satu komitmen yang sulit sekali kupenuhi selama ini dan yang membuatku selalu beralih dari blog yang satu ke blog lainnya. Semoga kali ini aku bisa lebih berkomitmen untuk menulis, karena aku memiliki banyak hal yang ingin ku-share

Post pertamaku akan dimulai dengan mengulas buku. Menurut pengalamanku menjahit sejak tiga tahun lalu, buku-buku impor sangat langka di Indonesia dan susah diperoleh, kecuali membeli via online ke luar negeri dengan ongkir yang lebih mahal daripada harga bukunya. Padahal, untuk beginner seperti diriku, buku-buku itu memberi banyak tutorial, pola dan pengetahuan tentang menjahit [terutama untuk diy-er sepertiku], solusi yang kugunakan selama ini adalah mencari gratisan via Pinterest namun tidak dalam bentuk buku, hanya tutorial di blog asing dan polanya tidak selalu tersedia untuk di-print. Sekarang, akhirnya aku mampu berlangganan Scribd yang memperbolehkanku mengunduh buku-buku asing tentang menjahit atau buku apapun yang kuinginkan. Jadi, aku ingin membagi pengalamanku mencoba tutorial dari beberapa buku yang kumiliki di Scribd, tentu saja tutorial yang menurutku menarik dan patut dicoba, mengingat selera orang berbeda-beda. 

Jadi, pembahasan pertama kita di blog ini adalah tentang Nine Patch untuk Deluxe pincushion dari buku Sew Organized for Busy Girl - Heidy Staples. Jujur saja, aku tidak memiliki pengalaman dengan patchwork ataupun quilting, bahkan dulu aku sangat tidak tertarik mempelajari quilting, tapi entah apa yang menabrakku sampai aku bisa tertarik untuk mempelajarinya. Nine-patch ini adalah pengalaman awal bagiku dalam mempelajari patchwork & quilting


Dalam bukunya, Heidy menguraikan tentang fabric auditions yang dilakukannya setiap minggu, gunanya untuk melatih kemampuan mata kita dalam memilih dan menentukan warna ataupun motif kain yang akan disusun menjadi patchwork - suatu hal yang rumit menurutku, karena aku belum ahli dan selalu bingung, ditambah lagi dengan pilihan kain dan warna yang terbatas. Tapi aku bersedia untuk berlatih, jadi aku mulai memotong-motong kain dengan ukuran nine-patch dan menyusunnya, kalau ragu-ragu, aku mengikuti saran Heidy untuk memotret warna dan motif yang sudah disusun dan sebagai simpanan juga kalau nanti kita ingin melakukan proyek lain, kita sudah punya susunan warna dan motif yang pas - tinggal membuka galeri handphone saja dan membongkar simpanan kain percanya.

Nine-patch di samping ini adalah yang pertama kubuat. kombinasi merah-pink. Bisa dilihat kan kalau jahitan yang menghubungkan setiap kain belum rapi, belum bisa pas di titik antara satu patch dengan yang lain. Newbie! but I'm willing to try again, seperti kata pepatah "practice make perfect", latihan itulah yang akan membuat newbie jadi ahli.

Jadi, di periode ini - dua hari - aku membuat tiga nine patch, merah-pink, biru, kuning-fresh. Di setiap trial, aku berusaha untuk memperbaiki kesalahanku. Misalnya, yang di patch merah aku membuat titik pertemuan setiap patch tidak menyatu, maka di patch biru aku berusaha tidak melakukannya, tapi ternyata malah miring ke sana ke mari kainnya [monggo liat gambar di bawah], padahal diusahakan agar pas di setiap titik temunya *lol namanya juga belajar. Just keep going. 



Jadi, nantinya, nine-patch yang kubuat ini akan digunakan sebagai kantong depan *contoh gambar di bawah ini, walaupun kekecilan yaa dari handphone, tapi monggo di-gugel ato search di Pinterest untuk foto lebih jelasnya. 

























Hal yang kupelajari dalam membuat nine-patchwork, dan mungkin dalam proyek menjahit craft lainnya, adalah setrika (pressing) itu wajib dilakukan dalam setiap tahap jahitan. terutama jika ingin membuat jahit tindas (top stitch), menyetrika hasil jahitan per tahapannya mempermudah proses penjahitan berikutnya, jahitan yang dihasilkan juga lebih rapi - terutama untuk newbie yang belum mahir top stitching seperti aku. 

Dan, perhatikan seam allowance atau jarak jahit per patch-nya, because size does matter! Kalau jarak jahitnya salah, ukurannya jadi salah juga. Sebelum membuat tiga nine-patch yang kupamerkan dalam foto-foto di atas, aku membuat satu nine-patch dengan jarak jahit yang berbeda, sekitar 3 mm saja, dengan maksud agar kotak-kotak dalam nine-patch itu berukuran lebih besar, ternyata malah salah ukuran, tidak sesuai dengan ukuran kain yang digunakan untuk batas-batas tepi setiap sisinya. Seam allowance yang digunakan umumnya sekitar 1,7 cm atau 1/4 inci, yaitu ukuran standar satu bilah presser foot, apapun jenis mesin jahit yang kamu gunakan. 

Baiklah, sekian catatan pertama di blog ini. Semoga bermanfaat, pembahasan berikutnya masih akan seputar bukunya Heidi, proyeknya sederhana, pas untuk newbie atau kamu-kamu yang suka proyek sederhana dalam menjahit. 

Keep practising and try to held fabric auditions weekly, 'coz that's what I'm practising right now. Never stop learning something new! phone-learning can do.


See you next time!
dini.erha

You Might Also Like

0 comments